Gubernur Dukung Film a�?Aku yang Laina�?

702

Bandarlampung, FAKTUAL – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mendukung Production House (PH) 7 Rumah Produksi syuting film a�?Aku yang Laina�? di Lampung. GubernurA� ingin mengangkat Lampung dan anak-anak berbakat. Dia antusias dan berharap film ini dapat maksimal, kata Eksekutif Produser PH 7 Rumah Produksi, Tirta Siregar, saat rapat praproduksi di ruang rapat Asisten Bidang Ekbang, kemarin.

Menurut Tirta Siregar, Lampung memiliki berbagai destinasi wisata menarik berbasis air terjun, laut, dan hutan. Selain itu, ada Bandara Radin Inten II dan Jalan Tol Trans Sumatera. a�?Saya yakin film bergenre remaja ini akan luar biasa. Lampung cocok untuk menjadi lokasi film kami,a�? kata Tirta.

Ridho selaku sosok gubernur muda, kata Tirta, juga cocok menjadi figur dalam mempromosikan daerah ini. “Kami juga mengajak pemimpin daerah dan menunjukkan bahwa ini benar-benar Lampung,a�? katanya.

Sedangkan produser PH 7 Rumah Produksi, Andre Murtono, menjelaskan beberapa titik yang diperkirakan menjadi titik lokasi syuting, seperti Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, dan Lampung Timur. a�?Saya melihat Lampung memiliki banyak obyek wisata yang tidak kalah bagus dengan Bali,a�? ujarnya.

Sebelum syuting pihaknya mencari pemain lewat casting. a�?Kami mencari bakat di tiga lokasi yakni Puncak Mas, Bandar Lampung pada 25-28 Oktober 2017. Daa lokasi lainnya yaitu Pesawaran dan Tulangbawang Barat. Pemeran utama film ini antara lain Dinda Kirana, Kimberly Rider, dan Sarif Fadaris,a�? kata Andre.

Pemilihan ini, menurut Asisten Bidang Administrasi Umum, Hamartoni Ahadis, membuat Provinsi Lampung makin melambung tinggi di kancah internasional. a�?Saya berharap tidak hanya satu atau dua titik lokasi obyek wisata yang menjadi lokasi syuting. Tentunya Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung untuk menyukseskan pembuatan film ini,a�? kata Hamartoni. (Hum)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.