Lampung Bangun 10 Jembatan BaruA�

529
Bandarlampung, FAKTUAL – Setelah membangun 9 jembatan di 2014, 24 jembatan di 2015, dan 6 jembatan di 2016, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan 10 pembangunan jembatan baru hingga akhir Desember 2017, di Kabupaten Pringsewu, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Lampung Barat, Tulangbawang, dan Lampung Selatan.

Menurut Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, kesepuluh jembatan baru tersebut dibutuhkan masyarakat dalam memperlancar roda perekonomian dan membuka daerah terisolasi, terutama yang berada di jalur angkutan hasil bumi.

“Kami menargetkan sepuluh jembatan ini paling lambat akhir tahun selesai dan memperlancar konektivitas masyarakat,” katanya, di Bandarlampung, kemarin.

Pembangunan paling mendesak, katanya, jembatan Way Sekampung II, di Pringsewu. Jembatan yang dibangun pada 1983 itu tidak lagi mampu menampung arus lalu lintas yang mencapai 7.338 lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang menghubungkan Kalirejo, Lampung Tengah dan Pringsewu tersebut. Akibatnya timbul kemacetan parah pada jam-jam sibuk.

“Untuk mengatasi kemacetan itu, dibuat jembatan baru atau duplikasi jembatan sepanjang 50 meter dan lebih lebar dari jembatan yang sekarang. Jadi, nanti ada dua jembatan, sehingga kendaraan yang dari Kalirejo ke Pringsewu dan sebaliknya memakai dua jembatan di kiri dan kanan,” ujar dia.

Selain memperlancar arus lalu lintas antar kabupaten, pemprov juga membangun tiga jembatan di lokasi eks transmigrasi yang dibangun era 1980-an. Menurutnya, kondisi tiga jembatan yang terletak di Tulangbawang Barat tersebut tidak layak lagi dipakai karena rusak parah.

“Kawasan ini penghasil karet, singkong, dan kelapa sawit. Kerusakan tiga jembatan ini membuat akses masyarakat terhambat,” katanya.

Ketiga jembatan yang ditargetkan rampung di 2017, Jembatan Way Sebetik, Way Tujok II, dan Way Kendil. Jembatan ini dibangun dengan konstruksi darurat dan tidak memiliki lantai lagi. Akibatnya, hanya sepeda motor yang dapat melintas di Jembatan Way Kendil dan Way Tujok.A�

Jembatan Way Tujok II menghubungkan Simpang Tujoh ke Panaraganjaya dengan tingkat LHR 4.676 kendaraan per hari. Sedangkan Jembatan Way Kendil menghubungkan ruas jalan Adijaya menuju Tulungrandu dengan tingkat LHR mencapai 3.727 kendaraan per hari. Ketiga jembatan itu dibongkar total dan diganti baru, sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat hingga truk pengangkut hasil bumi.

Di Way Kanan, Pemprov bakal membangun Jembatan Way Nibung II penghubung ruas jalan Tegalmukti, Tajab. Kepadatan lalu lintas di kawasan itu masih terolong kecil yakni 459 LHR kendaraan per hari. Namun diharapkan dengan selesainya Jembatan Way Nibung II, konektivitas daerah tersebut A�pulih kembali.

Selain konstruksi jembatan, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR), juga membangun jembatan denganA�box culvert.

Menurut Kepala Dinas PU-PR Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, ada lima jembatanA�box culvertA�yang dibangun di 2017, yakni Way Asem (Lampung Barat), Way Pidada III, Way Pidada IV dan Way Kecubung I di Kabupaten Tulangbawang. Kemudian, jembatan di ruas di ruas simpang Korpri-Purwotani, Lampung Selatan.

Pembangunan jembatan di Way Asem, menurutnya, dimaksudkan memperbaiki akses menuju Suoh. “Jalan ini berada di kawasan hutan lindung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

a�?Kami memilih jembatanA�box culvertA�agar proses pembangunan tidak mengganggu kawasan hutan lindung,” katanya.A�

Secara keseluruhan, pembangunan sepuluh jembatan baru itu, menurutnya, untuk mendukung pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi sepanjang 164 kilometer. Selain itu, pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 1.185 km.

“Targetnya, di 2017 kondisi mantap jalan provinsi bisa tercapai 75% sesuai target renstra dari dana APBD 2017 dan dana alokasi khusus,” kata dia. (Amr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.