Nilai Tukar Petani Lampung Naik 1,82 Persen

725

Bandarlampung, FAKTUAL -A�Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung pada Agustus 2017 secara gabungan naik sebesar 1,82 persen, menyusul beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.

“Komoditas pangan, perkebunan, dan peternakan mengalami kenaikan harga pada Agustus,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, kemarin.

Ia menyebutkan, pada Agustus 2017, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, antara lain pada komoditas tanaman pangan seperti, gabah, jagung, dan ketela pohon/ubi kayu.

Pada subsektor tanaman perkebunan dan subsektor peternakan juga mengalami kenaikan harga seperti pada komoditas kopi, kakao, lada, sapi potong, dan kambing.

“Sedangkan pada sektor hortikultura dan perikanan tangkap mengalami penurunan harga antara lain pada komoditas petai, sawi, terung panjang, ikan mas, dan ikan nila,” katanya.

Yeane menjelaskan, sebagian subsektor mengalami peningkatan NTP pada Agustus 2017, kecuali subsektor hortikultura dan perikanan tangkap.

Secara rinci, subsektor pertanian tanaman pangan mengalami kenaikan 2,10 persen, subsektor tanaman hortikultura turun 0,82 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 3,16 persen, subsektor peternakan naik 1,57 persen, subsektor perikanan tangkap turun 0,14 persen, dan subsektor perikanan budidaya naik 0,18 persen.

Menurut dia, dari 33 provinsi yang diamati perkembangan harganya pada Agustus 2017, ada 28 provinsi mengalami kenaikan NTP dan lima provinsi lainnya mengalami penurunan.

Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Lampung dengan peningkatan 1,82 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Papua Barat yang turun 0,44 persen.

NTP Provinsi Lampung Agustus 2017 untuk masing-masing subsektor tercatat A�104,73 untuk subsektor padi dan palawija (NTP-P), 95,81 subsektor hortikultura (NTP-H), 103,73 subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-Pr), 117,69 subsektor peternakan (NTP-Pt), 109,96 subsektor perikanan tangkap, dan 94,85 subsektor perikanan budi daya.

“Sedangkan NTP Provinsi Lampung tercatat 105,45,” katanya. (Hms)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.