Pasar Tani Organik di Pringsewu Mangkrak

248

PRINGSEWU (Faktualmedia.co) – Pasar Tani Organik (Pastio) Kabupaten Pringsewu mangkrak, hal ini disesalkan beberapa aktivis peduli pertanian saat diskusi terbatas di sekretariat Pastio, Jln Veteran Pringsewu, Jum’at lalu.

Adhen salah satu aktivis peduli pertanian mengatakan, pada pembinaan awal oleh dinas pertanian untuk memberdayakan para kelompok wanita tani untuk memanfaatkan lahan pekarangan, yang bertujuan untuk menambah pendapatan keluarga petani. Dengan Pastio diharapkan para kelompok tani bisa menitipkan hasil pertanian secara gratis di sekretariat Pastio tanpa dipungut seperpun uang sewaan. Namun sangat disesalkan tidak ada pembinaan lebih lanjut dari di dinas pertanian tentang potensi Pasar Tani Organik, sehingga saat ini mangkrak tidak berfungsi lagi, ujar Adhen mengawali diskusi.

Senada dengan U. Satrio, mengatakan, awal yang sangat bagus para aktivis peduli pertanian berinisiatif membentuk pasar tani organik (Pastio), guna menampung hasil -hasil pertanian, dan saat itu ada kebanggaan tersendiri, karena saat lomba PKK tingkat nasional Kabupaten Pringsewu mendapatkan penghargaan nasional, hal ini salah satu point penilaian dengan adanya keberadaan Pasar Tani Organik, karena saat lomba PKK semua produk menggunakan brand PASTIO. ‘Kebanggaan itu pun pudar karena sehabis lomba tidak ada sentuhan pembinaan dari dinas Pertanian” keluh U.Satrio.

Lain halnya dengan Andra.W. salah satu pemuda peduli pertanian, mengatakan, Pemerintah Pringsewu perlu melakukan reformasi birokrasi, para pimpinan di masing-masing dinas perlu dievaluasi dengan orang-orang muda yang punya inovasi, kreativitas, visi dan misi membangun Kabupaten Pringsewu. Tegas Andra.W.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, melalui Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dwi Hariyanto, saat dikonfirmasi melalui Handphone, Jum’at (13/9) dia mengatakan, Tahun depan baru akan diadakan pertemuan dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Pastio untuk memfasilitasi penjualan pertanian yang kering, karena hasil pertanian yang basah para KWT tidak mau dipasarkan di Pastio karena tidak habis terjual, oleh karena itu ada sebuah solusi agar Pastio dan KWT sejalan. Ujar Dwi Haryanto. (Pri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.