Petani Mesuji Yakin Arinal Dapat Mengatasi Masalah Pertanian

667
Brabasan, Faktual – Tiga wilayah di Kabupaten Mesuji yaitu Kecamatan Mesuji,A� Rawa Jitu Timur, dan Rawa Jitu Utara merupakan lumbung padi di Bumi Serasan Segawe.A� Bahkan bisa dikatakan salah satu wilayah penghasil padi terbesar di Provinsi Lampung.

Uniknya dalam pengelolaan sawah oleh para petani di tiga wilayah tersebut menggunakan sistem oengairan semi tadah hujan dan irigasi.A� Warsidi (53) warga Kecamatan Rawa Jitu Utara mengatakan,A� pola pengairan untuk mengairi tanaman padi mereka menggunakan dua cara yakni memanfaatkan air limpahan kanal dan sistem tadah hujan. Namun,A� kata Warsidi,A� sistem ini bukan tanpa resiko karena penggunaan air dari kanal jelas mengandung rasa asin, A�air di kanal berasal dari laut.

Dia juga mengatakan,A� tanaman padi bisa saja tumbuh di air asin serta daunya hijau.

“Tetapi buahnya kosong atau hampa.A� Ini bisa menyebabkan gagal panen, ” kata Warsidi saat ditemui tim medis di lokasi pagelaran wayang semalam suntuk Lapangan Sepakbola,A� Brabasan , Kecamatan Tanjungraya,A� Kabupaten setempat,A� Jumat (21/07).

Sisi positifnya,A� kata Warsidi,A� jika tiba musim kemarau air kanal sangat membantu mengairi areal persawahan.A� ” Itu sisi bagusnya,A� meski akibat yang ditimbulkan membuat buah padi jadi kosong atau tidak berbuah, ” kata dia.

Upaya dari Pemerintah Kabupaten Mesuji mengatasi persoalan tersebut diantaranya membuat pipa saluran untuk menyaring limpahan air kanal yang berasa asin. ” Fungsinya menetralkan air kanal sehingga kadar asin dari air laut hilang, ” ujarnya.A� Meski demikian,A� Warsidi berharap ada upaya yang lebih dari pemerintah baik kabupaten maupun provinsi.A� Tujuannya,A� meminimalisir gagal panen sehingga para petani tidak merugi.

“Sebutir padi sangat berharga bagi petani,A� karena dari sebutir bisa menghidupi keluarga petani, ” katanya lirih.

Harapan ini ditujukan Warsidi kepada sosok Arinal Djunaidi yang memang mengerti soal pertanian. Jauh berada di pedesaan,A� kata dia,A� bukan tidak mengikuti zaman.

“Saya sering mendengar soal pak Arinal di koran atau radio. Jadi beliau sosok yang tepat untuk petani di sini menggantungkan harapan, ” ujarnya. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.