TMMD Reguler ke 107 Menambah Nilai Ekonomi Masyarakat

21

Kudus – Mbak Marni (40), salah satu penjual jamu keliling ini hampir setiap hari selama program TMMD berlangsung, bisa dipastikan sering menghampiri satgas pada saat jam turun minum, Senin (06/04/2020).

Mbak (panggilan akrab) adalah salah satu penjual jamu keliling yang dulu disebut sebagai jamu gendong. Namun seiring perkembangan jaman, jamu gendong sudah berangsur mulai hilang dan beralih menggunakan sepeda.

Sasaran fisik program TMMD yang menguras banyak energi ini, bagi personil tentunya harus pintar-pintar memperhatikan kesehatannya, mengingat cuaca sekarang yang sangat tidak menentu kadang hujan kadang panas. Salah satunya adalah dengan cara minum vitamin, ada juga yang minum jamu gendong. Jamu herbal yang terbuat dari ramuan bahan tumbuhan ini sangat digemari oleh anggota Satgas TMMD.

Di Samping khasiatnya yang bagus untuk kesehatan tubuh, efek sampingnya pun hampir dibilang tidak ada, karena bahan bakunya terbuat dari rempah, akar, dan dedaunan tumbuhan yang memang punya khasiat tertentu yang diambil secara langsung dari kebun. Dan yang jelas, pengolahannya pun secara tradisional dengan cara ditumbuk dan tanpa menggunakan bahan pengawet. Sehingga wajar jika jamu gendong yang banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh, serta harganya sangat terjangkau ini banyak diminati oleh masyarakat.

Dengan adanya program TMMD Reguler 107 Kodim Kudus kali ini, Mbak Marni merasa senang, karena banyak anggota yang membelinya.

Kesempatan semacam ini dimanfaatkan oleh Mbak Marni dalam menjajakan barang dagangannya, dan secara tidak langsung hasil yang di dapat dari penjualan jamunya bisa menambah nilai ekonomi buat keluarga mereka.

“Hal ini tentunya merupakan berkah tersendiri bagi saya, karena barang dagangan selalu habis diserbu oleh Satgas setiap hari yang membeli jamu,” terangnya.

(PendimKudus).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.