Way Kanan TPID Pendatang Baru Terbaik Nasional

956
Bandarlampung, FAKTUAL – Kabupaten Way, Kanan, Provinsi Lampung, dinobatkan sebagai Tim Pengendalian Inflasi Daerah pendatang baru terbaik 2016, yang diserahkan langsung Presiden ketujuh RI, Joko Widodo.

“TPID Kabupaten Way Kanan dinobatkan menjadi pemenang pendatang baru terbaik mengingat upayanya yang cukup baik dan beberapa prestasinya untuk mengendalikan inflasi di Provinsi Lampung,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Arief Hartawan, dalam rilis yang diterima di Bandarlampung, kemarin.

Menurut dia, presiden pada Rakornas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) VIII di Jakarta, baru-baru ini menyerahkan penghargaan TPID Terbaik dan TPID Berprestasi kepada daerah-daerah dengan kinerja terbaik di tahun 2016.

Selain itu, katanya, penghargaan juga diberikan kepada TPID Inovatif. Pada tahun ini, penghargaan diberikan pula kepada TPID Pendatang Baru Berprestasi, yaitu penghargaan bagi TPID yang baru dibentuk tahun 2015 tetapi sudah secara progresif berperan aktif dalam pengendalian inflasi.

Penerima penghargaan TPID pendatang baru terbaik 2016 salah satunya diraih TPID Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Ia menyebutkan, penyelenggaraan Rakornas VIII tahun ini mengangkat tema “Mempercepat Pembenahan Efisiensi Tata Niaga Pangan melalui Penguatan Infrastruktur dan Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Kesejahteraan Rakyat”.

Tema tersebut selaras dengan prioritas Pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur nasional yang pada gilirannya akan memperkuat efektivitas pengendalian inflasi.

Presiden RI dalam kesempatan itu kembali menegaskan, pengendalian inflasi sangat penting dalam upaya menjaga daya beli masyarakat dan mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Dalam kaitan itu, Presiden menggarisbawahi beberapa aspek penting dalam pengendalian inflasi.

Pertama, pergerakan harga di daerah perlu terus dicermati sehingga berbagai risiko yang dapat meningkatkan inflasi dapat segera direspons.

Kedua, penguatan sistem informasi pangan perlu konsisten dilakukan sehingga dapat mendukung respons kebijakan pengendalian inflasi secara cepat dan tepat.

Ketiga, infrastruktur perlu terus diperkuat guna mendukung pengelolaan harga, termasuk harga pangan.

Keempat, upaya efisiensi usaha perlu terus ditingkatkan sehingga dapat memperkuat upaya pengendalian inflasi.

Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, dalam kapasitasnya mewakili Pokjanas TPID, secara ringkas menyampaikan beberapa capaian penting pengendalian inflasi.

Pada akhir 2016, realisasi inflasi indeks harga konsumen tercatat berada pada level 3,02 persen, terendah sejak 2010 dan berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan Pemerintah sekira 4,01 persen.

Hingga Juli 2017, inflasi juga masih berada pada level rendah yakni sebesar 2,38 persen (year-to-date), lebih rendah dari sasaran 4,01 persen.

Pencapaian penting pengendalian inflasi tidak terlepas kontribusi positif sinergi kebijakan pengendalian inflasi di tingkat pusat dan daerah.

Salah satu sinergitas kebijakan tersebut ialah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang saat ini berjumlah mencapai 524.

TPID berperan aktif dalam menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan keefektifan komunikasi dalam mengelola ekspektasi, yang pada akhirnya mendukung pengendalian inflasi nasional.

Ke depan, konsistensi kebijakan pengendalian inflasi akan terus ditempuh antara lain dengan mempercepat pembangunan infrastruktur, menjaga ketersediaan pasokan pangan dan meningkatkan efisiensi tata niaga komoditi pangan, serta memperkuat pengembangan dan optimalisasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) di era ekonomi digital.

Selain itu, harapannya semakin banyak kabupaten/kota di Lampung yang pengelolaan inflasinya semakin baik sehingga diharapkan inflasi di Provinsi Lampung dapat terus stabil dan terkendali. (Hms)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.