Agregat Terbesar Liga Champions

543
BANDARLAMPUNGa��Gudang Senjata kota London, A�Arsenal dan Napoli harus terdepak dariA�Liga Champions musim ini. Langkah kedua klub tersebut terhenti setelah menderita kekalahan agregat yang cukup telak dari lawan-lawannya.

The GunnerA�dibuat tak berkutik ketika menghadapi Bayern Munchen pada 16 besar Liga Champions 2016-2017. Pada pertemuan pertama yang berlangsung di Allianz Arena, 15 Februari 2017, Arsenal keok dengan skor 1-5.

Pada leg kedua 16 besar di Stadion Emirates, Selasa (7/3), A�Arsenal berambisi bangkit dan membalikkan kedudukan. Namun, The Gunners tak mampu membendung laju Die Bayern dan kembali kalah 1-5.

Hasil itu membuat Arsenal kalah agregat 2-10 dari Bayern Munchen dan gagal lolos ke perempat final Liga Champions. Selain itu, hasil ini adalah kekalahan agregat terbesar klub Inggris di ajang Piala/Liga Champions.

Sementara itu, Napoli menjadi lumbung gol buat Real Madrid. Partenopei menelan kekalahan agregat 2-6 dari Real Madrid, dan gagal melaju ke fase selanjutnya di Liga Champions.

Pada leg pertama di Santiago Bernabeu, 15 Februari 2017, Napoli menyerah dengan skor 1-3. Kekalahan serupa juga diterima anak asuh Maurizio Sarri itu ketika menjamu Real Madrid di Stadio San Paolo, Selasa (7/3).

Ternyata, bukan hanya Arsenal dan Napoli yang pernah menelan kekalahan agregat dengan skor besar diA�Liga Champions. Sejumlah klub elite Eropa juga pernah merasakan hal serupa.

Werder Bremen berhasil melenggang ke-16 besar Liga Champions 2004-2005 sebagai runner-up Grup G. Mereka pun bersua Lyon yang merupakan pemuncak Grup D. Sayang, Bremen gagal melaju hingga ke perempat final, setelah kalah agregat 2-10 dari Lyon.

Pada pertemuan pertama di Weserstadion, 23 Februari 2005, Bremen menyerah tiga gol tanpa balas.

Sementara itu, pada leg kedua 16 besar di Stade de Gerland, 8 Maret 2005, Lyon melumat Werder Bremen dengan skor 7-2.

Sporting Lisbon bersua Die Bayern pada 16 besar Liga Champions 2008-2009.

Namun, Sporting tak mampu menghentikan laju Bayern Munchen yang diperkuat pemain-pemain top Eropa, seperti Franck Ribery, Mark van Bommel, dan Miroslav Klose.

Mereka kalah agregat 1-12 dari The Bavarians. Hasil tersebut merupakan kekalahan agregat terbesar di era Liga Champions.

Pada leg pertama yang berlangsung di Estadio Jose Alvalade, 25 Februari 2009, Bayern menang dengan skor 5-0. Kelima gol Die Roten disarangkan Ribery (42′, 63′), Miroslav Klose (57′), dan Luca Toni (84′, 90+1′).

Sementara itu, pada pertemuan kedua di Allianz Arena, 10 Maret 2009, Bayern Munchen melumat Sporting dengan skor 7-1.

Lucas Podolski (7′, 34′), Anderson Polga (39′ gol bunuh diri), Bastian Schweinsteiger (43′), Mark Van Bommel (74′), Miroslav Klose (82′), dan Thomas Muller (90′) bergantian membobol gawang Sporting. Untuk gol tunggal tim tamu dicetak Joao Moutinho (42′).

Sementara itu, Bayer Leverkusen lolos ke-16 besar Liga Champions 2011-2012 dengan status peringkat kedua Grup E. Lawan yang dihadapi Leverkusen pada fase knock-out adalah sang juara bertahan, Barcelona.

Leverkusen pun gagal menahan laju El Barca yang saat itu masih diasuh Pep Guardiola. Bayer Leverkusen menyerah dengan agregat 2-10 dari Barca.

Pada pertemuan pertama di BayArena, 14 Februari 2017, Leverkusen kalah dengan skor 1-3. Sementara itu, pada leg kedua di Camp Nou, Barca membungkam Bayer Leverkusen dengan skor 7-1.

Lionel Messi menjadi momok bagi gawang Leverkusen. Kapten timnas Argentina itu berhasil mencetak enam gol ke gawang Bayer Leverkusen.

Basel juga menelan kekalahan agregat terbesar pada fase knock-out Liga Champions 2011-2012. Menghadapi Bayern Munchen, Basel menyerah dengan agregat 1-7.

Pada pertemuan pertama 16 besar Liga Champions di St. Jakob-Park, 22 Februari 2012, Basel secara mengejutkan sukses membungkam The Bavarians dengan skor 1-0. Namun, Bayern mampu bangkit pada leg kedua di Allianz Arena, dan menang dengan skor telak 7-0.A�

Pada Liga Champions 2012-2013, Barcelona menelan kekalahan agregat terbesar di ajang ini. Bersua Bayern Munchen pada fase semifinal, Los Cules kalah agregat tujuh gol tanpa balas.

Pada pertemuan pertama di Allianz Arena, 23 April 2013, Barca takluk dengan skor 0-4.

Keempat gol Die Bayern disarangkan Thomas Muller pada menit ke-25 dan 82′, Mario Gomez menit ke-49, dan Arjen Robben menit ke-73.

Sementara itu, pada leg kedua di Camp Nou, 1 Mei 2013, Blaugrana kalah 0-3 dari Bayern. Tiga gol Die Roten dicetak Arjen Robben (49′), Gerard Pique yang melakukan gol bunuh diri (72′), dan Thomas Muller (76′). (Dbs)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.