Barcelona Paksa PSG Angkat Kaki

710
Bandarlampung, FAKTUAL – Seperti telah diprediksi sebelumnya. Pasukan asal Spanyol, Barcelona mampu membalikkan keadaan bahkan memaksa PSG tersingkir dari persaingan di Liga Champions tahun ini. Dan kekalahan 0-4 pada leg pertama, tidak membuat para bintang Barca memudar.

Barcelona menjadi tim pertama sepanjang sejarah Liga Champions yang mampu membalikkan defisit empat gol pada fase gugur ketika gol pada fase akhir pertandingan Sergio Roberto melengkapi kemenangan fenomenal 6-1 atas Paris St Germain (PSG), Rabu malam (8/3) Wib.

Edinson Cavani terlihat telah menghancurkan impian Barcelona dengan melepaskan sepakan voli yang menjadi gol tandang untuk membuat skor menjadi 3-1, namun dua gol larut dari Neymar membuat fase akhir laga berlangsung menegangkan sebelum Roberto mencetak gol untuk mengunci kemenangan agregat 6-5 untuk tim Spanyol tersebut.

Barcelona mulai percaya pada impian mustahil yakni membalas kekalahan 0-4 mereka dari leg pertama, ketika Luis Suarez menyundul bola masuk ke gawang lawan pada menit ketiga dan Layvin Kurzawa mencetak gol bunuh diri untuk membuat tim Katalan itu dapat berharap sebelum turun minum.

Penalti Lionel Messi pada menit kelima babak kedua di Nou Camp memperbesar keunggulan Barcelona, namun gol Cavani pada menit ke-62 merupakan hantaman keras terhadap ambisi-ambisi Barca di mana tim asuhan Luis Enrique itu memerlukan waktu untuk memulihkan diri.

Tendangan bebas melengkung dari Neymar pada menit ke-88 memberi harapan kepada mereka dan pemain Brazil itu mengonversi penalti pada menit ke-91, sebelum pemain pengganti Roberto menyambar bola mendahului terjangan Kevin Trapp dari bola tendangan bebas dan mengirim Barca ke fase delapan besar dengan kemenangan agregat 6-5.

Sementara itu, Piere-Emerick Aubameyang mengukir trigol ketika Borussia Dortmund menghancurkan Benfica dengan skor 4-0 pada Rabu, untuk melaju ke perempat final Liga Champions dengan skor agregat 4-1.

Pemain internasional Gabon itu, yang mengalami malam buruk saat timnya kalah 0-1 pada leg pertama di mana ia menyia-nyiakan sejumlah peluang dan penaltinya gagal berbuah gol, kembali memperlihatkan ketajamannya.

Dua golnya diapit oleh satu gol Christian Pulisic dan menambahi gol larut pada akhir pertandingan ketika tim Jerman itu, yang merupakan juara Eropa 1997, menembus fase delapan besar di kompetisi ini untuk ketiga kalinya dalam sepuluh tahun.

Ini merupakan pertandingan ketiga secara beruntun di mana Aubameyang setidaknya mencetak dua gol ketika Benfica, yang bertekad untuk mencapai delapan besar untuk kedelapan kalinya dalam enam musim, kemasukan gol-gol pertama mereka dari permainan terbuka selama lebih dari 700 menit dan mengakhiri laju tujuh kemenangan beruntun mereka.

Tuan rumah, yang kehilangan Mario Goetze dan Marco Reus karena cedera, hanya membutuhkan empat menit untuk membuat skor agregat menjadi imbang di mana pencetak gol terbanyak Liga Jerman itu menanduk bola ke tiang jauh setelah Ousmane Dembele mengirimkan tendangan sudut.

Benfica memerlukan waktu untuk memulihkan diri dan membebaskan diri dari tekanan tuan rumah.

Mereka memberikan ancaman serius pertamanya terhadap area pertahanan tim Jerman itu pada menit ke-30, di mana Luisao melepaskan sundulan yang dapat digagalkan kiper Roman Buerki.

Sebanyak dua peluang milik Aubameyang (27) mampu digagalkan kiper Ederson pada awal babak kedua namun pemain Brazil itu tidak mampu berbuat apa-apa ketika pemain muda asal AS Pulisic, yang mengisi posisi Reus, menaklukkan sang kiper pada menit ke-60 untuk menjadi gol perdananya di Liga Champions.

Aubameyang mengemas gol keduanya malam itu dan gol ke-24 klub di kompetisi ini pada musim ini tiga menit kemudian, dan melengkapi trigol dari jarak dekat pada menit ke-85 untuk menyelesaikan pertandingan. (Das/Dbs)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.