Harga Telur di Pasar Teradisional Teerus Meroket

208

PRINGSEWU FAKTUAL: Harga telur di pasar tradisional Kabupaten Pringsewu terus meroket, Kenaikan ini sudah dimulai sejak hari raya Idul Fitri bulan kemarin dari harga 24 ribu sampai sekarang mencapai 33 ribu per kilo gramnya, akibatnya para pedagang telur bayak yang gulung tikar,dikarnakan tinginya kenaikan  harga telur dari petani sehingga para konsumen memilih beralih ke daging ayam dan tahu tempe yang masih wajar harganya.

      Ibu Tati salah satu pedagang grosir telur di pasar terminal Pringsewu mengeluhkan kenaikan ini,karena membuat daganganya menurun omsetnnya, Bu Tati, yang biasanya bisa menghabiskan telur ratusan kilo butir telur,sekarang turun 50% sendiri sehingga keuntunganya menurun draris, katanya,
 Tidak hanya Bu Tati saja ,hal ini sangat dikeluhkan juga oleh salah satu petani telur yang tak mampu memproduksi telur lagi dalam jumlah yang banyak,Salah saatunya yang dibalami Bapak Sarno warga Dusun Sugiwaras Pekon Srirahayu Kec,Banyumas Kabupaten Pringsewu . Dia juga menjelaskan, kenaikan harga telur ini di picu naiknya harga pakan ayam yang naik sangat tinggi yaitu janggung yang harganya sekarang sudah mencapai 5.000 rupiah per kilo gramya. Dampak kenaikan pakan ini, maka kami memutuskan untuk mengurai ayam petelur kami dan menaikan harga telur,katanya, hal ini kami lakukan agar tudak merugi.” Tambahnya.
       Sementara itu harga telur di tingkat pengecer sudah mencapai rata-rata 2.500 rupiah perbutirnya,yang dampaknya juga dirasa oleh para pembuat makanan yang berhan baku telur,yang mau tidak mau harus mengurangi besaranya agar tudak merugi,tutur salah satu oembuat kue,
        Harapan petani dan pedagang telur  di Kabupaten Pringsewu meminta pada dinas terkait dapat menurunkan harga pakan ayam bertelur, karena sudah satu bulan ini harga telur naiknya sangat tidak wajar.(Bal).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.