27 Warga Desa Sukaraja Dambakan Program 1000 Jembatan

829

PESAWARAN, FAKTUAL – Sekira 27 kepala keluarga (KK) di Dusun I, Desa Sukaraja, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran mendambakan program 1000 jembatan yang dicanangkanA� Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo.

Warga setempat, Iwan (45) mengharapkan, program yang dicanangkan gubernur Lampung membangun 1000 jembatan dapat direalisasikan di Dusun 1 Desa Sukaraja. “Kami pernah mendengar ada program pembangunan jembatan dari pak Gubernur, kami mengharapkan program tersebut bisa direalisasikan di sini,” katanya.

Menurutnya, selama ini anak-anak yang hendak pergi ke sekolah harus menyeberangi sungai terlebih dahulu agar sampai ke sekolahnya. “Kasihan mas, anak sekolah yang mau berangkat harus melintasi sungai itu, jadi kalau berangkat harus copot sepatu begitu pun kalau pulang sebilah,” katanya.

Tak jarang, kata dia, anak sekolah harus berupaya keras ketika hujan turun deras. “Sebenarnya ada jalan lain, tapi kalau memutar jaraknya bisa sampai 2 kilometer, itu aja sering dilakukan kalau kondisi sungai masih banjir dan deras, apalagi pada saat hujan terus mengguyur,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Eliya Wati (46) yang kerap mengantarkan anaknya pergi ke sekolah melalui sungai tersebut. “Iya Mas, anak saya kelas empat SD, kalau mau berangkat saya kadang harus mengantarnya langsung, terutama saat sering terjadi hujan, saya harus menggendongnya supaya bajunya tidak basah saat melintasi sungai itu,” tuturnya.

Ia pun mengaku telah mendengar adanya program bantuan pembangunan jembatan dari Pemerintah Provinsi Lampung dan menginginkan bantuan tersebut dapat direalisasikan di daerahnya. “Saya kemarin dengar ada pembangunan jembatan gantung di Desa sebelah, nah kami maunya ditempat kami juga bisa dibangun, sebab, disini memang sangat membutuhkan,” tuturA� dia..

Jika jembatan penghubung tersebut dibangun, kat dia, roda perekonomian juga bisa berjalan dengan baik. “Sebenarnya kalau ada jembatan itu, kepasar juga dekat mas paling jaraknya sekitar 100 meter, tapi selama ini kami harus memutar sekitar 2 kilometer, karena jalanya tidak bisa dilewati kendaraan bermotor,” katanya. (Rin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.