Akal Budi menyongsong kota cultural, sejahtera dan berdaya pikir

231

Faktualmedia.co – Oleh: satriansyah mahasiswa fakultas hukum universitas Lampung

Tubaba sapaan nya, yang di kenal dengan semboyan “RAGEM SAI MANGI WAWAI” yang artinya kebersamaan untuk keberhasilan.

Dalam perkembangan nya, tulang bawang barat (tubaba) menggelar kegiatan budaya bertajuk megalithic millennium art diantaranya guna membangun kemajuan sebagai bangsa yang berbudaya dan beradap.

Saat ini, di tengah-tengah masyarakat kita, sedang berlangsung perubahan konstruksi sosial. Konstruksi tersebut semakin membuka pintu kemajuan untuk kabupaten tulang bawang barat.

Dapat kita katakan bahwa pengetahuanlah yang menggerakkan manusia sebagai faktor determinisnya. Maka yang terpenting untuk kita lihat ialah tingkat pengetahuan masyarakat akan budaya yang kita miliki.

Menurut Max Weber dalam bukunya Sociology of Religion dan The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism, kita harus menekankan pengaruh ide dan pemikiran individu terhadap suatu masyarakat. Maka sudah seharusnya ada suatu gerakan perubahan sosial yang berbasis epistemologis sehingga dalam geraknya berkesesuaian dengan realitasnya. Ia harus dapat mengembalikan kita ke nilai-nilai budaya yang relevan dengan kemajuan suatu peradaban.

Berbicara mengenai budaya serta peradaban sebagai hasilnya, tentu tidak lepas dari gerak sejarah suatu entitas sosial serta gerak pengetahuan masyarakat. Ini sebagai hal yang mendeterminasinya untuk menuju kelanjutan evolusi masyarakat.

Perlu kita tekankan di sini bahwa berbicara suatu entitas masyarakat tentu tidak lepas dari manusia/individu yang berperan sebagai penopang dari eksisnya gerakan sosial.

Maka dalam hal ini, gerak masyarakat tidak boleh melupakan sejarah. Sebab setidaknya sejarahlah yang akan menggambarkan, menceritakan, dan memberitahukan kepada generasi selanjutnya yang menjadikan tupoksi (tujuan) sejarah sebagai akumulasi gerak masyarakat. Terutama tentang bangkit dan runtuhnya dalam kurun waktu yang konvensional, serta tunduk dalam hukum, etika atau bahkan moral dari suatu entitas sosial.

Menjaga budaya dengan pengetahuan,
Pengetahuan menjadi prioritas sebagai penggerak budaya.

Sebagai permulaan, kita harus membangun konsepsi tentang relevansi serta korelasi antara pengetahuan dan budaya.

Oleh karena itu, pentingnya peran intelektual telaah progresif pemikiran dalam pergaulan sosial manusia, ketika dihadapkan dengan gagasan tentang intelektual sebagai spektrum perjalanan sejarah.

setidaknya dalam pergaulan sosial manusi memiliki suatu pengetahuan tentang budayanya. Hal ini perlu guna terbentuknya konstruksi pemikiran berlatar belakang budaya.

Ali Syari’ati dalam bukunya Ideologi Kaum Intelektual mengatakan: Saya mengkritik individu-individu yang mengonsumsi budaya-budaya serta industri Eropa tanpa daya kritik dan analisa yang tajam sehingga menjadi peniru dan budak-budak industri Eropa.

Bagaimana masyarakat, generasi kaulah muda dan pelajar regenerasi, Tubaba umumnya untuk tetap mempertahankan
Kepribadian sebagai bangsa dan daerah yang berbudaya serta beradap sehingga terbentuk konstruksi sosial pemikiran berlatar belakang Budaya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.