Kebun Raya Liwa Diresmikan

504

Lampung Barat, FAKTUAL – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) bersama LIPI meresmikan Kebun Raya Liwa (KRL), di Liwa, Selasa (5/12), ditandai suara sirine dan melepaskan balon serta penandatanganan prasasti.

Bupati Lampung Barat, Mukhlis Basri mengatakan, peresmian itu merupakan langkah untuk melakukan studi dan konservasi terhadap biodiversitas, khususnya varietas endemik di sekitar Lambar.

Selain itu Kebun Raya Liwa diharapkan mampu menjalankan fungsinya sebagai sarana pendidikan, penelitian, rekreasi, ekonomi, dan konservasi

Menurut dia, banyak hal yang sudah dibangun, di antaranya taman tematik. KRL saat ini telah memiliki lima taman tematik yaitu taman tematik araceae, taman tematik wangi, taman tematik buah, taman tematik hias, taman tematik aren dengan total luasA� A� 11,7 ha, dengan lebihA� 20.000 spesimen tanaman kebun koleksi

Kebun Raya Liwa memiliki 6 blok kebun koleksi dengan luasan 5,8 ha dengan jumlah koleksi 2382 spesimen tercakup ke dalam 294 jenis, 184 marga dan 60 suku ,rumah pembibitan , kebun raya liwa saat ini telah memiliki 7 rumah paranet yaitu 2 rumah paranet pembibitan koleksi umum denganA� 221 spesimen tanaman 1 rumah paranet anggrekA� dengan 715 spesimen tanaman, 3 rumah paranet piper/ sirih-sirian dengan 46 spesimen, dan 2 rumah sungkup : dengan 1.137 spesimen.

Fasilitas penunjang meliputiA� kantor, toilet umum, mushala, kedai kopi, jalan setapak dan jalan rabat, pergola, gazebo, rumah jaga, kolam ,welcome area, jalan lingkungan, dan lain sebagainya.

SelanjutnyaA� dengan berbagai jenis dan jumlah koleksi flora serta sarana pendukung yang sudah ada, kami berkeyakinan 5 fungsi kebun raya yaitu fungsi konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan sudah dipenuhi KRL, Pemkab Lambar menguatkan komitmen untuk melakukan peresmian KRL.

Sementara itu, Plt. Kepala LIPI, Bambang Subiyanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya sedang membangun 33 kebun raya, 5 dikelola LIPI, 26 dikelola pemerintah daerah, dan dikelola perguruan tinggi.

Tujuh kebun raya daerah, katanya, telah di launching, Kebun Raya Massenrempulu Enrekang (Sulawesi Selatan) pada 2013, Kebun Raya Balikpapan (Kalimantan Timur) tahun 2014,A� Kebun Raya Kuningan (Jawa Barat), dan Kebun Raya Baturraden (JawaTengah)A� pada 2015, Kebun Raya Katingan (Kalimantan Tengah) dan Kebun Raya Banua (Kalimantan Selatan) pada 2016.

Dan pada 2017 ini, ujar dia, telah dilakukan pra-launching Kebun Raya Batam (14 November 2017), launching Kebun Raya Jompie Parepare (28 November 2017).

a�?Kami berharap setelah launching, Kebun Raya Liwa akan semakin berkembang dan terus maju, sehingga peran dan fungsinya makin dirasakan masyarakat luas. Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lambar yang memiliki komitmen dalam upaya pengembangan sebagai kabupaten konservasi,a�? katanya. (Adi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.