PWI Pingsewu Memberi Materi Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pekon

656
PRINGSEWU, FAKTUAL- Lembaga Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pringsewu mendapat kehormatan memberikan materi pada pelatihan peningkatan kapasitas aparatur pekon (desa) bidang administrasi dan hukum se-Kabupaten Pringsewu 2017 yang berlangsung di Hotel Kurnia 2 Bandar Lampung, Sabtu (28/7).

Mereka dari PWI yang memberikan meteri kepada 126 kepala pekon se-Kabupaten Pringsewu yakni Nandang Suprianto (Sie Organisasi) memberikan pencerahan tentang kode etik wartawan dan kode etik jurnalistik, Widodo (Sie Pendidikan) memberi materi bagaimana cara penulisan berita melalui pembelajaran kepada humas pekon. Lalu Dwi Purnono (Penasehat PWI) memberi materi tentang bagaimana cara menghadapi oknum wartawan.

Pada pemberian materi dari PWI itu, semua kepala pekon menyimak karena dengan serius, karena berbagai materi itu berkaitan langsung dengan kondisi yang ada selama ini di pekon-pekon.

Bahkan kata Nandang Suprianto, pemberian berbagai materi tersebut akan terus berkelanjutan dengan jalan PWI Pringsewu siap melakukan road show ke semua kecamatan se-Kabupaten Pringsewu.”Bahkan kami juga siap memberikan pencerahan hingga ke tingkat pekon dan seperangkatnya,”ujarnya.

Sementara itu Widodo pada penyampaiannya mengharapkan agar di setiap pekon harus ada petugas humas pekon. Hal itu dimaksudkan agar setiap kegiatan yang berkaitan dengan potensi dan pembangunan di pekon dapat di ekspose melalui berbagai media, baik cetak, elektronik dan online.

Menurutnya, jika disetiap pekon sudah ada petugas humas maka dapat memberikan informasi baik melalui SMS, email, BBM maupun WA kepada wartawan yang ada di PWI. Namun setidaknya harus memenuhi unsur 5-W, 1-H..

“Nanti tinggal wartawannya yang memfolow up dan mengolah bahan tulisan itu untuk menjadi berita dan dikirim ke redaksi. Bahkan datanya nanti dapat di share ke kawan media lain agar dapat memunculkan hasil kiriman dari humas pekon tersebut,”katanya.

Maka Widodo juga mengharapkan agar ada kemitraan dengan PWI Pringsewu dengan Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Pringsewu untuk merealisasikan pelatihan kehumasan kepada aparat pekon ataupun perangkatnya.”Jadi jika ada wartawan yang membutuhkan informasi baik tentang kegiatan pekon ataupun penggunaan Anggaran Dana Desa dapat menghubungi humasnya. Hal itu atomatis akan membantu kepala pekon,”terang Widodo.

Sementara pemateri dari Dwi Purnomo, mengajak para kepala pekon agar jangan takut menghadapi oknum wartawan ataupun LSM, apalagi dalam penggunaan anggaran baik ADP maupun Dana Desa (DD) ataupun anggaran lainnya sesuai dengan aturan keperuntukannya.”Jangan takut jika kita benar, hadapi saja oknum wartawan dan LSM itu. Juga para kepala pekon juga harus kompak, bila ada oknum laporkan saja ke Polisi,”tegasnya.

Menurutnya, yang lebih penting dalam menjalankan amanahnya kepala pekon jangan sampai ada penyelewengan dan harus transparasi dalam penggunaan anggaran yang ada serta harus bijak kepada aparat pekon dibawahnya.”Biasanya informasi itu akan muncul dari dalam sendiri yang merasa kurang diperhatikan dipekonnya,”kata Ipung sapaan akrabnya.

Ipung juga menuturkan, dalam menghadapi oknum wartawan harus tenang dan nerves. Bila perlu minta didampingi oleh kaur atau perangkat pekon lainnya untuk mengantisipasi penekanan, intimidasi hingga ke ujung pemerasan.”Ataupun jika ada oknum yang ingin memeras atau menakut-nakuti melalui SMS atau WA agar di simpan, guna kepentingan bila diperlukan,”papar Ipung.

Sementara itu Ketua APDESI Kabupaten Pringsewu Muhammad Ridwan menuturkan, pelatihan peningkatan kapasitas aparatur pekon bidang administrasi dan hukum se kabupaten Pringsewu berlangsung tiga hari mulai Jumat (27/7) berakhir pada Minggu (29/7).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan sumberdaya manusia para kepala pekon di Kabupaten Pringsewu. Juga menghadirkan beberapa pemateri diantaranya Kejaksaan, inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarajat Pekon (DPMP) Kabupaten Pringsewu, Bagian Hukum, Polres Tanggamus Bagian Tipikor dan PWI Pringsewu.

Pelatihan di ikuti oleh 123 pekon dari 126 kepala pekon se Kabupaten Pringsewu. M. Ridwan berharap para kepala pekon bisa menyerap ilmu yang di berikan nara sumber. Ridwan menjelaskan kepala pekon kedepan bisa lebih transparan dalam pengelolaan ADD.

Disisi lain Ridwan menuturkan, pihaknya juga siap terus menjalin kerja-sama dan bermitra dengan PWI terkait dengan pemberian ilmu dan materi tentang pembelajaran Jurnalistik kepada aparat pekon.”Mohon kepada kepala pekon dan seperangkatnya terus diberikan pembekalan ilmu,”harapnya. (PRI)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.