13 Negara Usulkan ke PBB Agar Program Dana Desa Wajib bagi Negara Berkembang

105

 

Faktualmedia.co a�� Program dana desa yang bergulir sejak 2015 lalu membawa dampak positif dengan masifnya pembangunan di desa-desa.

Sejumlah negara pun mengakui kemanjuran program dana desa yang dipraktikan Indonesia. Tak pelak, negara tetangga ingin menerapkan pola yang sama di negaranya.

Hal itu diceritakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo saat menjadi Pembicara dalam Kuliah Umum yang bertemakan a�?Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Desa & Masyarakat Desa Guna Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutana�? di Auditorium Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (17/4).

Menteri Eko menyebutkan, sedikitnya terdapat 13 negara, di antaranya dari Asia Pasifik akan mengusulkan ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mewajibkan seluruh negara berkembang untuk menerapkan program dana desanya.

“Banyak perubahan yang signifikan di desa baik dari infrastrukturnya, pendidikan dan lainnya karena adanya program dana desa. Perubahan itu telah ditinjau secara langsung oleh negara – negara seperti dari Asia Pasifik. Sehingga, dengan diakui oleh dunia, maka, sudah seharusnya PBB mewajibkan program dana desa di seluruh negara berkembang,” katanya.

Salah satu negara yang belum lama ini mengirimkan delegasinya ke Indonesia adalah Malaysia. Kedatangannya ke Indonesia hanya ingin mengetahui secara langsung program dana desa di Indonesia.

“Menteri Kemajuan Luar Bandar Malaysia telah datang ke Indonesia dan telah mengirimkan puluhan delegasinya agar belajar ke Indonesia untuk menerapkannya di Malaysia. Padahal desa – desa di Malaysia itu lebih maju dari pada desa di Indonesia. Saya beberapa kali juga diminta untuk sharing atau berdiskusi terkait program dana desa di sejumlah negara,” katanya.

Meskipun diakui dunia, kepada ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo menyampaikan bahwa masih terdapat pekerjaan yang belum diselesaikannya dalam membangun desa. Sehingga diperlukan partisipasi mahasiswa untuk membantu membangun desa.

“Mahasiswa yang merupakan calon pemimpin ke depannya ini sudah seharusnya berpikir untuk mencari solusi di setiap persoalan. Jangan mencari persoalan disetiap solusi. Kalau kalian berpikir begitu. Insya Allah para mahasiswa dapat mengubah dunia,” katanya.(*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.