Dinas Kesehatan Metro Ajak Masyarakat Aktif Cegah DBD

313

Metro – Faktualmedia.co
Dinas Kesehatan Kota Metro, Mengantisipasi Meningkat nya, Kasus Penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ), dan Mengingatkan, serta Ajak Masyarakat untuk Waspada dan Berperan Aktif, dalam Upaya Pencegahan DBD di Kota Metro .
Hal itu di sampaikan Kepala Dinkes Metro, drg. Erla Andrianti, Mars, minggu ( 16/01/2022 ).

Di Kota Metro, telah terjadi Peningkatan Kasus DBD yg Cukup Siginifikan pada Bulan Desember 2021 .
untuk Kasus DBD Tertinggi terdapat di Tiga Kelurahan, yakni, Kelurahan Purwosari, Kelurahan Mulyojati dan Kelurahan Margorejo.

“Untuk Menindaklanjuti Hal ini, Kami telah Mengintruksi kan, ke setiap Puskesmas di Metro, Untuk Melakukan Upaya Pencegahan DBD, melalui Surat Dinas Kesehatan Nomor : 11103/D-2.04/2021.
Agar Puskesmas Berkoordinasi dengan Pokjanal DBD Kecamatan dan Pokja DBD Kelurahan, Untuk Mengajak Masyarakat Melakukan Pencegahan, dengan Cara Pemberantasan sarang Nyamuk”.

Kadis Dinkes Menambah kan, Bahwa Masyarakat dapat Berperan Aktif, Untuk Mencegah Penularan DBD, dengan Melaksanakan 4 M Plus, yaitu Menguras Bak Mandi Minimal 2 kali Seminggu, Menutup tempat Penampungan Air, Mendaur Ulang Barang Bekas, dan Memantau Jentik Nyamuk .

“Bila Masyarakat mengalami Gejala Demam, dalam beberapa hari tidak Turun – turun, dan Mengarah kepada tanda Gejala ₩enyakit DBD, Segera di bawa ke Pusat Pelayanan Kesehatan terdekat, untuk Mendapatkan Pertolongan, jangan sampai Terlambat”.

Jangan sampai, Terlambat Merujuk Pasien DBD ke Rumah Sakit, dan kalau sudah dalam Kondisi Parah, tentunya hal ini akan sangat Membahayakan bagi Pasien .
“Maka dari itu, Saya ingatkan Masyarakat, Untuk menggunakan Bubuk Abate, bila di perlukan untuk Membunuh Jentik Nyamuk, dan bisa di dapat Gratis di Puskesmas .
untuk Fogging dapat di Lakukan di Rumah Warga yang Positif DBD, dengan Menunjukkan Hasil Pemeriksaan Laboratorium .
Kemudian dari Hasil Pemantauan Jentik nya, cukup banyak dan beberapa warga mengalami gejala DBD yang sama”.

Fogging yang di Lakukan oleh Masyarakat, secara Swadaya dapat Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan maupun Petugas Puskesmas, untuk mengetahui Takaran Dosis yg tepat di Gunakan dan Jarak Ideal Pengasapan/Fogging, Sehingga tidak Membahayakan bagi Masyarakat dan tidak Membuat Resistan/Kebal Nyamuk yang di Fogging .

“Bila Masyarakat sudah terbiasa dengan perilaku Hidup Bersih dan Sehat, salah satunya dengan Menjaga Kebersihan Lingkungan, melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk, untuk Memutus Rantai Penularan Penyakit DBD”, pungkasnya.(tim).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.