Dua Kampung Desmigratif Lamteng jadi Kampung KECe

695

Lampung Tengah, FAKTUAL – Dua kampung di Kabupaten Lampung Tengah, Kampung Buyut Utara dan KampungA� Buminabung Ilir telah resmi menjadi Desa Migran ProduktifA� (Desmigratif) sesuai program Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.

Demigratif merupakan program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan tujuan melindungi dan meningkatkan kesejahteraan para TKI yang bekerja di luar negeri dan keluarganya sejak dari kampung halaman.

Untuk pemberdayaan yang maksimal, Bupati Lampung Tengah, Mustafa mencanangkan kedua kampung tersebut untuk menjadi kampung entrepreneur creative (KECe). Sejumlah bantuan peralatan untuk pemberdayaan pemuda telah disalurkan bupati ke dua kampung tersebut, Senin (23/10).

Bantuan peralatan tersebut berupa pabrik tahu tempe (20 orang), peralatan pertukangan kayu (40 orang), peralatan kerajinan bambu (20 orang), dan 10 ribu bibit ikan lele. Secara simbolis bantuan diserahkan di Kampung Buyut Utara melalui Kakam setempat, Samsudin.

Pencanangan kampung KECe di dua kampung Desmigratif diharapkan bisa membuka peluang bagi masyarakat untuk bekerja atau berwirausaha di kampungnya masing-masing, sehingga masyarakat tidak tertarik lagi bekerja di luar negeri.

a�?Banyaknya warga yang bekerja di luar negeri tak terlepas dari minimnya lapangan pekerjaan dan mindset masyarakat yang masih fokus mencari pekerjaan. Tentunya kondisi ini harus kami ubah. Sudah saatnya masyarakat mulai berpikir untuk mandiri dengan berwirausaha, karenanya dua kampung Desmigratif akan saya jadikan kampung KECe,a�? ujarnya.

Sementara itu, Kakam Buyut Utara Samsudin mengatakan di Kampung Buyut Utara masih ada 130 warga yangA� bekerja di luar negeri.A� Sedangkan yang sudah tidak kerjaA� lagi pada 2014-2016 sekira 100 orang.

Kebanyakan ke Malaysia yang bekerja di sektor perkebunan. Kemudian di Kampung Buminabung Ilir ada 190 warga yang bekerja ke luar negeri. Terdiri atas perempuan 160 orang dan 30 orang laki-laki. Mereka bekerja di Taiwan, Abu Dhabi, Arab Saudi, dan Malaysia.

a�?Dengan bantuan yang telah kami terima, diharapkan masyarakat tidak akan tertarik lagi bekerja ke luar negeri. Namun, bekerja di kampungnya masing-masing dengan usaha yang produktif. Bantuan ini akan kami pergunakan semaksimal mungkin untuk pemberdayaan masyarakat,a�? katanya. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.