Gawi Adat Alat Pemersatu Bangsa

740
Lampung Tengah, FAKTUAL -A�Ketua DPRD Lampung Tengah, H. Djunaidi mengatakan, perhelatan adat istiadat Gawi Agung Bejuluk Beadek yang diselenggarakan pemkab setempat diyakini A�dapat menjadi alat pemersatu bangsa.

“Luar biasa, ini kali pertama di Lampung Tengah. Meski saya bersuku Jawa, tetapi saya dibesarkan di Lampung dan telah menjadi bagian dari Lampung. Dengan adanya pemberian gelar adat, tentu semakin menumbuhkan rasa memiliki, bahwa saya bagian dari keluarga Lampung,” kata dia yang mendapatkan gelar suttan ketua dewan amangkurat, kemarin.

Menuut dia, kebudayaan dan adat istiadat juga menjadi identitas bangsa Indonesia yang kuat. Keberagaman yang ada menjadi kekuatan tersendiri bagi bangsa ini.

“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilestarikan. Melalui momen ini, kita bisa meminimalisasi perbedaan. Sebaliknya, kita menjadi bangga dengan kekayaan budaya yang kita miliki,” kata dia.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Purwanto Puji Suttan yang menerima gelar adat suttan cakra buana mengaku bangga telah menerima gelar adat dari kesuttanan adat Jurai Siwo.

“Ini artinya saya telah menjadi salah satu keluarga masyarakat Lampung. Tentunya bangga. Kebudayaan seperti ini harus kita lestarikan. Saya apresiaisi kepada Bupati Lampung Tengah, Mustafa yang telah menggagas acara ini. Semoga bisa berkelanjutan,” kata dia.

Gawi Agung Bejuluk Beadek pada Rabu (19/7) berlangsung lancar dan meriah. Acara dibuka dengan tarian kolosal Tali Kiang Anak Tuha oleh pelajar Lampung Tengah.

Bupati Lampung Tengah, Mustafa, Wakil Bupati, Loekman Djojosoemarto berserta 311 tokoh masyarakat penerima gelar adat diarak dari lapangan Merdeka Gunungsugih menuju Sesat Agung Nuwo Balak.

Rombongan diarak lagi menuju Villa Nuwo Tukho Nurdin. Arak-arak dilakukan dari sembilan kebuayan yakni Nunyai, Unyie, Subing, Nuban, Beliuk, Selagai, Anak Tuha, Nyerupo dan Pubian. Di sana melaksanakan tari Penganggik Wajib dari sembilan marga, lalu besekhak beasah, bepusek, dan turun mandi.

Acara ditutup di Sesat Agung Nuwo Balak dengan pemberian adok kepada 311 tokoh masyarakat. Mereka diberi adok suttan yang disesuaikan dengan kebuaian masing-masing untuk menjadi suttan di wilayahnya.

Sukses menyelenggarakan Gawi Agung Bejuluk Beadek, Bupati Lampung Tengah, Mustafa mengaku bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari kekayaan budaya yang ada di Lampung Tengah.

Pihaknya berkomitmen akan terus melestarikan kebudayaan yang ada.

“Ada Bali, Jawa, Sunda, Lampung dan kebudayaan lainnya. Ini adalah kekayaan yang harus kita jaga, kita lestarikan, dan kita kenalkan secara luas. Selama ini masih banyak yang belum mengenal kebudayaan Lampung secara mendalam, inilah saatnya, melalui Gawi Agung kita kenalkan luas budaya kita,” ujarnya.

“Insya Allah ini akan menjadi even tahunan di Lampung Tengah. Semoga apa yang menjadi target kita tercapai, budaya Lampung semakin dikenal dan secara sosial tidak ada lagi sekat antara pendatang serta penduduk asli atau pribumi,” kata dia. (Din)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.