HimPAUDI Way Kanan Gelar Musda

665

Way Kanan, FAKTUAL – Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (HimPAUDI) Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II tahun 2017, kemarin.

MenurutA�A�Bunda PAUD Way Kanan, Hj. Dessy Afriyanti Adipati, sebagaimanaA�visiA�pemerintahA�daerah,A�Way Kanan Maju danA�BerdayaA�Saing 2021 yang tertuang dalam misi ketiga yaituA�mempersiapkanA�sumberA�dayaA�manusia yang kompetitif dengan mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, menjadi tugas bersama yang diemban seluruh elemen masyarakat tak terkecuali HimPudI yangA�A�merupakan wadah potensial dalam mempersiapkanA�generasiA� penerus bangsa bermartabat yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan.

a�?Selain untuk merumuskan program kerja 2017-2021, melalui Musda II ini saya mengharapkan tersusun komposisi kepengurusanA� yang lebih mampuA�meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan PAUDA�sebagai sarana pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan, dapat membantu anak usia dini untuk pertumbuhan dan perkembangannya secara optimal,a�? ujarnya.

a�?SayaA�berharapA�pengurus HimPAUDIA�yang akan datangA� lebihA�bertanggung jawab terhadap pengasuhan dan pembelajaran sebagai upaya untuk optimalisasi berbagai potensi kecerdasan dalam menunjang tumbuh kembang anakA�di Bumi Ramik Ragom yang kita cintai ini,a�? tuturnya.

Sementara itu, pada seminarA�pendidikanA�dengan temaA�Kiat Naik Pangkat Melalui Publikasi Ilmiah, diA�Gedung serba guna Way Kanan,A�A�Bupati setempat,A�Raden Adipati SuryaA�mengatakan, sebagai tenaga pendidik yang profesional, selain memiliki kepribadian yang baik dan jiwa sosial, guru harus memiliki kompetensi pedagogi dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Dengan kualifikasi tersebut tentu akan berdampak terhadap kualitas pembelajaran. Namun kenyataannya, dinamika kelas dan proses pembelajaran belum seutuhnya mengarah pada perbaikan mutu pembelajaran.

Hal ini terindikasi di sejumlah fenomena yang seharusnya mulai direduksi,A�A�masih banyak guru yang belum mampu meningkatkan kualitas pembelajarannya dengan kecenderungan penggunaan metode mengajar yang monoton.A�HasilA�Uji Kompetensi GuruA�(UKG)A�2015 danA�Pengembangan Keprofesian BerkelanjutanA�(PKB)A�2017 yang masih rendah dari target yang ditetapkan, katanya.

Menurutnya,A�kemampuan guru menulis karya ilmiah masih rendah sehingga guru sulit untuk memenuhi kenaikan pangkat tepat waktu yang terkendala karena tidak terpenuhinya nilai dari unsur publikasi ilmiah dan karya inovasi (PIKI).

a�?FenomenaA�tersebutA�A�semestinya menjadi kajian guru selaku pendidik profesional dengan menghimpunnyaA�dalam karya tulis ilmiah yang terpublikasi. Di samping itu, publikasi ilmiah merupakan salah satu A�wadah untuk mengkomunikasikan karyanya dan kemampuan mendidik kepada khalayak umum dan khususnya komunitas guru,a�? kata dia.A�(Man)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.