Kampung  Panca MulYa  Keluh kan  Bantuan ” BiBit .Bibit sayuaran   tak kunjung “Tak terlisasi

Membawa Nama Pemerintah Dinas ketahanan pangan Tulang Bawang  Ingkar Janji kepada Masyarakat. Faktual Tulang Bawang Propinsi lampung

392

Tulang Bawang- Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang melalui Dinas Ketahanan Pangan TuBa pada beberapa bulan yang lalu mengumpulkan beberapa kepala kampung di kecamatan Banjar Baru Guna sosilisasi tentang ketahanan pangan.

Salah satu kampung yang di tuju guna sosilisasikan tentang ketahanan pangan oleh Dinas ketahanan pangan ialah kampung panca mulya kecamatan Banjar baru.

Seperti yang di katakan Suyitno selaku kepala kampung panca mulya “ia beberapa bulan yang lalu pemerintah kabupaten Tulang Bawang melalui dinas ketahanan pangan tersebut datang ke kampung kami guna sosilisasikan tentang ketahanan pangan.

“Dan saya mengumpulkan aparatur kampung dan beberapa masyarakat saja karena pada saat itu masih suasana Covid19.kata nya.

Lanjut nya”Dinas Ketahanan pangan mengsosilisasikan kepada masyarakat bahwa untuk memanfaatkan lahan sekitar guna untuk mencukupi sandang pangan keseharian untuk menanam tanaman seperti cabai,tomat bayam, sawi dan sayur mayur yang lain nya

Dan Mereka mengatakan bahwasan nya kami dari pemerintah kabupaten tulang bawang hanya bisa memberikan bantuan berupa bibit-bibit yang akan di taman tapi setelah lahan dan polibet disiapkan oleh pemerintah kampung dan nanti nya polibet yang sudah di tanam bibit akan di bagikan ke masyarakat lebih kurang nya 5 polibet dengan berbagai tanaman Ucap suyitno

Masih suyitno “setelah sosilisasikan dari dinas ketahanan pangan iti selang 2-3 hari kami selaku aparatur kampung panca mulya bergegas menyipkan apa yang di minta oleh dinas tersebut.

Namun sampai detik ini bibit-bibitan yang di janjikan  oleh dinas ketahanan pangan tersebut tidak kunjung datang sampai detik ini.

“Saya berharap kepada Bupati Tulang Bawang Hj.Winarti SE.MH  dinas terkait agar segera memenuhi janji mereka karena kami telah menggorontarkan biyaya  guna menyipkan lahan dan membeli polibet dan juga saya merasa malu karena masyarakat telah beberapa kali menayakan kapan bibit di berikan untuk masyarakat.tutup suyitno dengan muka memelas.(muh)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.