Marga Ratu Keratuan Menangsi Gelar Acara Angkon Muakhi Dengan Seluruh Jajaran Pengurus Organisasi PMII

556

Faktualmedia.co, Lampung Selatan — Marga Ratu Keratuan Menangsi gelar acara angkon muakhi pada seluruh jajaran pengurus Organisasi PMII dengan niatan untuk mempererat silaturahmi antar elemen masyarakat demi membangun Kesejahteraan Masyarakat di masa mendatang, minggu malam (10/10/2021).

Acara angkon muakhi atau pengakuan saudara ini berlangsung di lamban adat (Lamban khanggal) keratuan menangsi di Desa Taman Baru Kecamatan Penengahan Lamsel. Sai Batin Marga Ratu Keratuan Menangsin menyematkan Kikat kepada Ketua UMUM PB PMII Muhammad Abdullah Syukuri, Ketua Umum PKC Lampung Ahmad Hadi Baladi Ummah, Ketua Umum PC PMII Lampung Selatan Muhammad Yusuf Kurniawan, Sebagai simbol resminya ikatan persaudaraan tersebut.

Pada prosesi ini, turut hadir Panglima Alip Jaya, Kepala Desa, Karang Taruna, tokoh adat dan tokoh masyarakat desa taman baru. perwakilan Paksi Segekhi Suku, seluruh jajaran pengurus cabang Lampung dan Pengurus Besar PMII.

Selaku juru bicara Lamban Khanggal Marga Ratu keratuan menangsi, Muhrizal Efendy Gelar Minak Khusia mengucapkan selamat datang kepada seluruh Jajaran PMII yang telah hadir di keratuan menangsi.

pada kesempatan itu, Muhrizal menerangkan secara singkat sejarah singkat keratuan menangsi pada awalnya berasal dari Paksi Pak Sekala Brak Lampung, dan dikala itu penjalanan para leluhur melalui proses yang cukup panjang, berpindah-pindah tempat mendirikan pemukiman yang paling aman dan nyaman untuk masyarakatnya.

“Setelah dari Sekala Brak, para leluhur kami mendirikan keratuan di pugung tampak pesisir barat, setelah dari pugung tampak, para leluhur kami kembali mendirikan keratuan yang di sebut Keratuan Balau yang saat ini lokasinya di Bandar Lampung, setelah terjadi suatu kekacauan di balau, pindah ke Tanjung Selaki, setelah Tanjung Selaki, pindah ke Bandar Agung, selanjutnya pindah ke Lubuk, selanjutnya pindah ke Sumpuk Banding Pesisir, selanjutnya pindah ke Kenali, selanjutnya pindah ke Sumpuk Gayau, selanjutnya pindah ke Candi Taman, selanjutnya pindah lagi ke Khattau Layau, selanjutnya pindah ke Nenggakha Khatu, setalah dari Nenggakha Khatu, selanjutnya yang menjadi tempat terakhir dari penjalanan peradaban keturunan kami bermuara di Pekon Bitting (Benteng) yang saat ini di sebut Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung selatan. Itu sekelumit dan cerita yang sangat singkat sejarah perjalanan para leluhur kami ratu menangsi,“urainya.

“ini adalah bentuk cara kami sebagai keturunan ratu menangsi masih menjaga dan menjunjung tinggi nilai nilai adat istiadat,”lanjutnya.

Dalam sambutanya, Sai Batin Marga Ratu Keratuan Menangsi Pangeran Cahya Marga juga mengucapkan selamat datang pada jajaran pengurus PMII. “suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami, sahabat-sahabat dari Organisasi PMII bisa bersilaturahmi dan ziarah di Makam Ratu Menangsi Keturunan kami. Dengan adanya acara angkon muakhi atau pengangkatan saudara malam ini, saudara saudara dari PMII sudah menjadi bagian dari masyarakat adat Marga Ratu Keratuan Menangsi, kami berharap saudara-saudara dapat menjadi calon-calon pemimpin yang jujur, amanah, dan menjadi manfaat untuk seluruh ummat,ucapnya.

Ia menjelaskan, Kondisi di masyarakat adat hari saat ini masih banyak kekurangan, ketertinggalan dari segi ekonomi, teknologi, terutama tingkat pendidikan yang masih cukup rendah. Rendahnya pengetahuan pemuda pemudi tentang sejarah, tata titi adat dan budaya yang ada, sehingga butuh keseriusan untuk menyikapi hal tersebut.

Ia berharap dengan hadirnya jajaran organisasi PMII menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat adat Marga Ratu Keratuan Menangsi, dapat menopang masyarakat adat untuk mengejar segala bentuk ketertinggalan. Masyarakata adat memiliki masalah yang sangat komplek sehingga dukungan, kerjasama baik dan pemikirana cemerlang dari para pengurus PMII.

Ia meminta Organisasi PMII untuk muncul di tengah-tengah masyarakat menjadi problem solving, memberi solusi dari berbagai macam masalah Sehingga nilai-nilai tri dharma perguruan tinggi dapat teraplikasikan di tengah masyarakat.

Dalam adat ada beberapa prinsip yang perlu di tegakkan, pertama Setawitan (saling menuntun dalam kebaikan) Sahuyunan (saling memperhatikan dan saling menjaga satu sama lain untuk kebaikan) Sehangguman (saling mengagumi), Sebalakan (saling membesarkan) Mak Secadangan (tidak saling merusak).

“Terakhir, kami ucapkan terima kasih atas berkenannya saudara saudara dari PMII, dapat berkunjung ke Marga Ratu Keratuan Menangsi, kami bangga dan berbahagia. Semoga acara kita pada malam hari ini di berkahi oleh Allah SWT dan bermanfaat. dan semoga kita semua senantiasa diberikan keselamatan dan kesehatan untuk kita semua, Aamiin ya Robbal Alamin,” tutupnya.

Kemudian, selaku Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri mengucapkan terimakasih atas sambutan, kepercayaan karena telah diangkat saudara dan menjadi bagian dari masyarakat adat marga ratu keratuan menangsi.

“Ini adalah suatu bentuk sambutan dan penghormatan yang luar biasa kepada Kami, bisa di terima dan ini sambutan yang luar biasa. saya berharap, semoga hubungan dan komunikasi kedepan semakin bisa kita perkuat. Ini adalah sebuah awal untuk hubungan yang lebih kuat dan sinergi kedepannya,” ungkapnya.( Saman)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.