Panwascam Panggil Salah Satu Kades di Kecamatan Palas

600

Faktualmedia.co, Palas – Panitia Pengawas kecamatan ( Panwascam ) kecamatan Palas memanggil salah satu kepala desa di kecamatan setempat, terkait temuan di media sosial ( medsos ) Facebook ( 24/06/20 )
Yang mana salah satu akun Facebook bernama Suryanto PDI jaya mengunggah status bakal pasangan calon Bupati dan wakil Bupati , selang beberapa waktu kemudian akun bernama Zhandhink Putra Ngayogjokarto’ mengomentari dengan mengungah Poto pasangan bakal calon Bupati lain nya, sehingga menjadi perbincangan netizen, karena ketidak netralitas kepala desa tersebut. Jum’at ( 26/06/2020 )

Ketika di konfirmasi di kantor sekretariat panwascam M.Sobari selaku ketua panwascam membenarkan hari ini mereka memanggil salah satu kades berinisial ( PN ) untuk di mintai keterangan terkait temuan komentar di status Facebook beberapa waktu yang lalu.

” Benar hari ini kami memanggil Saudara PN selaku kepala desa di kecamatan Palas untuk di mintai keterangan terkait temuan di medsos Facebook beberapa hari yang lalu,” ucapnya

Sobari menjelaskan kalau menurut pengakuan PN kepada panwascam dia mengunggah itu spontanitas karena melihat status FB Suryanto PDI Jaya menurut dia selalu mengkritisi Bupati padahal Suryanto ini sama-sama pengurus PDI Perjuangan ketika itu PN juga sebelum menjadi Kades selaku sekretaris partai PDIP Kecamatan Palas, namun saat ini dia bukan lagi pengurus Partai, dengan tadi dia menunjukkan bukti surat pengunduran diri yang di tanda tangan ketua PAC Kecamatan Palas sejak 8 April 2019 namun untuk kepengurusan ini panwascam masih mendalami,” jelas nya

Lebih lanjut Sobari memaparkan berkenaan dengan unggahan saudara PN memakai baju partai itu di akui nya poto tersebut pada saat di kantor DPC Lamsel pada April 2018.
kemudian dia ( PN ) meminta maaf kepada panwascam, masyarakat Lampung Selatan, khususnya warga Desa Bumi asih terkait unggahan dia.

” PN mengakui keterbatasan wawasannya, terkait hal ini dia berjanji untuk tidak mengulangi,” ujar Sobari

Subari berharap kepada masyarakat kecamatan Palas pada Pilkada pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020 ini untuk tetap menjaga agar tidak terlalu terpancing dengan hal-hal yang ada, apa lagi menggunakan medsos harus lebih bijak .
apalagi kepala desa dan aparatur sipil negara yang sudah jelas-jelas ada peraturannya untuk tidak melakukan politik praktis tolong baca kembali undang-undang nya

Di tempat terpisah PN ketika di hubungi wartawan Faktualmedia.co via telepon genggamnya membenarkan dirinya dipanggil oleh panwascam untuk dimintai keterangan mengenai komentar di Facebook yang mengunggah Poto bakal calon Bupati .

“Di sana saya di tanya oleh panwascam, dan saya menjawab pada saat itu saya spontanitas karena baru bangun tidur nggak sadar kalau sekarang ini saya kepala desa, langsung komentar di status kawan,
bukan status Saya, setelah Saya sadari beberapa waktu itu salah langsung saya hapus malam itu juga,” Ujarnya

PN mengaku dengan kejadian ini Dia sudah tahu aturan-aturan insya Allah ke depannya Dia tidak lagi mengulangi lagi seperti ini dan lebih berhati-hati,” Pungkasnya
( Sam )

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.