Pringsewu Mendeklarasikan ODF dan Germas

51

PRINGSEWU, FAKTUAL- Kabupaten Pringsewu mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Pendeklarasian ini menjadikan Pringsewu sebagai kabupaten ODF pertama di Provinsi Lampung dan bahkan di Pulau Sumatera.

Kegiatan yang dipusatkan di lapangan perkantoran Pemkab Pringsewu, Senin (14/5) ini dihadiri Dirjen Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dr.Imran Agus Nurali, Sp.K.O., Kasubdit Sanitasi Direktorat Perkotim Kementerian Bappenas Ir.R.Laisa, .M.Med., S.C., Kasubdit Pengelolaan Air Limbah Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Suharsono Adi Broto, S.T., M.M., Pjs Gubernur Lampung yang diwakili Direktur RSUD dr.Abdul Moeloek dr.Patdilangga bersama jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, Wakil Bupati Pringsewu Dr.Hi.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., Direktur Eksekutif AKKOPSI Josrizal Zain, perwakilan Pemkot Cimahi dan Pemkab Malang, serta Provinsi Sumatera Barat, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Hi.Stiyono, S.E., Dandim 0424 Letkol Arh. Anang Hasto Utomo, Wash Advisor V4CP SNV Bambang Pujiatmoko beserta jajaran SNV dari Negeri Belanda, para pejabat Pemkab Pringsewu, perwakilan pemerintah kabupaten kota se Provinsi Lampung, para camat dan uspika serta kepala pekon dan lurah se Kabupaten Pringsewu.

Pada kesempatan tersebut, juga dibacakan Ikrar para camat dan kepala pekon se Kabupaten Pringsewu dalam rangka ODF 100%.

Bupati Pringsewu Hi.Sujadi dalam sambutannya mengatakan saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan untuk menuntaskan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang menetapkan tercapainya akses 100% air minum memenuhi syarat, 0% kawasan pemukiman kumuh, 100% akses sanitasi layak.

Untuk mendukung target tersebut, kata bupati, Pemerintah Kabupaten Pringsewu telah menargetkan ODF pada akhir 2017 lalu. “Pada tahun 2014 penduduk Pringsewu yang menggunakan jamban sehat baru mencpai 65 %, kemudian pada tahun 2015 setelah adanya dukungan dari SNV dengan melakukan pendampingan yang dipusatkan di Kecamatan Pagelaran, sehingga pada tahun 2016 telah dicanangkan deklarasi ODF untuk Kecamatan Pagelaran. Guna mendukung tercapainya program tersebut, Pemkab Pringsewu mengeluarkan sebuah aturan tentang percepatan universal akses Kabupaten Pringsewu di tahun 2017. Strategi yang digunakan dalam upaya percepatan tersebut yaitu dengan merubah pola pikir yaitu dari program menjadi gerakan sehingga kami mengeluarkan kebijakan tentang Gerakan Bersama Rakyat Kabupaten Pringsewu ODF atau Gebrak ODF,” katanya.

Sujadi juga mengapresiasi seluruh OPD dan yang tergabung dalam Satgas Gebrak ODF, baik kabupaten, kecamatan, hingga pekon dan kelurahan, SNV, serta Yayasan Konservasi Way Seputih, dan semua pihak yang telah bekerjasama terus berkomitmen dalam kegiatan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Kabupaten Pringsewu, yang telah berjihad (Jihad Sanitasi) guna mencapai target Kabupaten Pringsewu ODF 2017 lalu. “Kalau di bidang kebersihan kota ada piala Adipura, di bidang sanitasi ini mestinya juga ada piala Sanipura, dengan persyaratan harus menjadi kabupaten ODF terlebih dahulu,” ujarnya.

Gubernur Lampung Didik Suprayitno dalam sambutan tertulis yang dibacakan Direktur RSUD dr.Abdul Moeloek dr.Patdilangga menyampaikan selamat untuk Kabupaten Pringsewu sebagai satu-satunya kabupaten di Pulau Sumatera yang telah 100% ODF.

Diungkapkan Gubernur, di Provinsi Lampung saat ini ada 3 kabupaten yang diintervensi langsung oleh pemerintah pusat terkait masalah stunting, yakni Lampung Timur, Lampung Tengah dan Lampung Selatan. “Kabupaten Pringsewu tidak termasuk di dalamnya, ini berarti bahwa Pringsewu sudah dianggap baik dan sehat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dr.Imran Agus Nurali, Sp.K.O, mengapresiasi Kabupaten Pringsewu yang telah mendeklarasikan ODF. “Pendeklarasian ini diharapkan dapat memacu dan memotivasi kabupaten dan kota lainnya di seluruh Indonesia,” harapnya.

Di samping itu, kata dia, Kementerian Kesehatan juga mengapresiasi (pri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.