Siapa yang Memikirkan Nasib Awak Media dan LSM Masa Pandemi Covid-19 di Provinsi Lampung

63

Bandar Lampung, Hariansatelut.com

Sampai saat ini tidak ada yang bisa menjawab dengan pasti kapan pandemi virus Corona akan berakhir. Meskipun ada beberapa analisa penelitian dari hasil modeling matematika, belum bisa dijadikan rujukan karena faktor-faktor yang diasumsikannya terlalu banyak.

Apalagi variabel dan atributnya dianggap konstan padahal mutasi virus dikabarkan sudah berubah-ubah. Tapi terlepas dari semuanya, kita juga tidak boleh pesimis menghadapi wabah ini, Sabtu (30/1/2021).

Sebagaimana diketahui bersama, wabah ini tidak sekedar masalah kesehatan semata, karena dampaknya sangat luas terhadap perekonomian dan aktivitas kehidupan. Kita seringkali melihat tayangan di media terkait pemberian bantuan pada tukang becak, ojol, gelandangan dan sebagainya. Hal ini tentu sangat baik, tetapi ada yang terlupakan yaitu nasib para awak media.dan LSM.

Terkait hal tersebut, LSM LIPER Bung Agus yang berada Ruang Kerjanya pada Awak media dalam Konferensi Pers menurut Agus permasalahan yang dihadapi oleh para awak media dan LSM sebenarnya tidak hanya saat pandemi Corona seperti saat ini saja.

Banyak permasalahan seperti EKONOMI Dalam Arti masalah perut, bahkan sangat rentan terhadap resiko kelangsungan hidup demi keluarganya.

Oleh karenanya, dia berharap agar Pemerintah daerah Provinsi Lampung, kabupaten/ kota dapat memikirkan nasib awak media dan LSM. Di berikan bantuan dari Pemerinrah Pusat dan Daerah melindungi wartawan saat bertugas, memperhatikan kesejahteraannya dan secara profesional.

”Apalagi di masa pandemi Corona, saat mendapat tugas liputan di lapangan tentu sangat beresiko terpapar virus. Oleh karena itu, perhatikan keselamatan dan gunakan alat pelindung diri. Tidak lupa untuk menjaga stamina tubuh dan kebersihan. Pulang bertugas segera pulang ke rumah, mandi dan cuci pakaian guna memastikan kondisi badan bersih”, harap Agus.

Jika tidak terlalu terpaksa harus ke lapangan, bekerja di rumah tentu akan lebih baik. Perbanyak network terutama dengan para jurnalis senior agar bisa tberbagi news atau opini tanpa harus dibayar alias tidak minta upah. Ada berita atau informasi yang bisa dimuat tanpa mengeluarkan biaya

Kemudian Agus juga mengatakan bahwa, Selama 12 tahun dirinya menjadi seorang LSM tahu persis liku-liku dan kesulitan seorang jurnalis.dan LSM

”Memperoleh berita itu tentu tidak mudah, karena harus jelas memperoleh sumber informasi yang bisa dipertanggung jawabkan. Informasinya valid dan up to date. Untuk mendapatkan informasi tersebut kadangkala ada “tuduhan atau sangkaan, sehingga untuk bertemu saja susah. Belum lagi ketika meliput di lapangan selalu ada resiko tindak kekerasan. Sementara tatkala bicara kesejahteraannya, siapa yang memperhatikan? Bahkan di saat wabah seperti saat ini, siapa yang peduli? Apakah profesi jurnalistik termasuk profesi yang dapat menerima bantuan? Untuk itulah profesi jurnalis DAN LSM harus bersatu memperjuangkan kesejahteraan, karena kalau bukan dirinya yang memperjuangkan, lalu siapa lagi ? Demikian juga awak media online ,Media Cetak serta elektoronik yang mengandalkan pendapatan dari kerja lapangan dimana besarnya tergantung pada traffic media tersebut. Sementara saat seperti ini, mendapatkan sponsor tentu juga tidak mudah. Oleh karena itu sudah selayaknya Pemerintah ikut membantu meringankan beban para awak media dan LSM di perdayakan di beri bantuan Masa Pandemi Covid 19.karena hidup semakin Susah.untuk mencari Nafkah Untuk Keluarga.

Terakhir Agus menghimbau teman-teman awak media dan LSM berhati-hati saat bertugas dan mengikuti protokol peliputan dan kesehatan serta keselamatan. Giat bekerja, cerdas meliput dan menarik dalam penyajian beritanya.(*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.