Webinar & Temu Bisnis Kopi Dibuka Oleh Gubernur Lampung

430

PRINGSEWU – FAKTUAL Bupati Pringsewu H.Sujadi mengikuti Web Seminar (Webinar) dan Temu Bisnis Kopi. Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Lampung H.Arinal Djunaidi ini digelar dalam rangka Festival Kopi Lampung 2020, dimana Bupati Pringsewu mengikuti kegiatan ini dari Hotel Regency, Gadingrejo, Pringsewu, Kamis (5/11/20), didampingi sejumlah kepala OPD serta ikut dihadiri jajaran forkopimda Pringsewu.

Gubernur Lampung H.Arinal Djunaidi dalam sambutannya mengatakan saat ini di seluruh dunia sedang dilanda Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak 7 bulan lalu. Wabah ini berdampak di seluruh sektor kehidupan, termasuk perekonomian.

Namun demikian, perlu disyukuri bahwa Provinsi Lampung mendapat predikat terbaik di Indonesia dalam tata kelola penanganan Covid-19, meskipun masih fluktuatif. Oleh karena itu, gubernur berharap semua tetap menjaga kedisiplinan. “Kita bersyukur kita mempunyai komunikasi yang baik antara jajaran pemerintahan dan masyarakat, sehingga Covid-19 ini bisa terkendali sehingga ekonomi bisa berjalan” katanya.

Menyikapi terjadinya perlambatan ekonomi, Gubernur Lampung mengajak semua elemen untuk bersama-sama menyusun langkah agar ekonomi dapat bangkit kembali. “Untuk membangkitkan perekonomian, khususnya untuk menggairahkan bidang usaha kopi, Pemprov Lampung menggelar Festival Kopi 2020. Kita semua harus satu pikiran agar kedepan kopi kita bisa lebih bagus” ujarnya.

Gubernur Lampung H.Arinal Djunaidi juga menginginkan orang-orang cerdas dapat membantu para petani kopi, termasuk agar tumbuh inovasi-inovasi baru dalam mengembangkan produk olahan kopi, dan kopi menjadi komoditi andalan Lampung.

Sementara itu, Bupati Pringsewu H.Sujadi seusai mengikuti webinar mengatakan Pemkab Pringsewu sangat mendukung kegiatan Festival Kopi Lampung. Dikatakan, meskipun Pringsewu tidak memiliki lahan perkebunan kopi, tetapi bisa lebih terkenal dari daerah yang memiliki lahan perkebunan kopi, seperti Tanggamus, Pesawaran atau Lampung Barat. “Kita memang tidak mempunyai lahan, tetapi kita punya industri pengolahan”, katanya.

Menurutnya, kopi bisa saja dari Pesawaran, Tanggamus atau Lampung Barat, tetapi kopinya adalah Kopi Pringsewu, karena Pringsewu memiliki industri pengolahan kopi, di samping banyak tempat-tempat untuk menikmati kopi. “Saya ingin Pringsewu juga bisa mengadakan Festival Kopi Pringsewu. Saya minta instansi terkait dan stakeholders untuk mengadakannya, dengan mengundang para praktisi di bidang kopi dari mana-mana untuk datang ke Pringsewu”, pintanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Pringsewu juga menyerahkan bantuan kepada para pengusaha kopi, dalam rangka mengembangkan usahanya(made).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.