Antisipasi Napi Bikin Kunci Duplikat,  Petugas Lapas Way Kanan Rolling Gembok Kamar Hunian

415

(Way Kanan) –  Meningkatnya jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang saat ini mengalami over kapasitas menjadikan risiko terjadinya kerawanan berupa pelarian WBP, hal ini menjadi perhatian khusus pihak Lapas. 
 
Menyadari hal tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Way Kanan, Syarpani menginstruksikan

    jajarannya

>

untuk melakukan rolling gembok dan kunci kamar hunian Warga Binaan. Senin, (24/01). 
 
Syarpani menjelaskan, Hal ini dilakukan secara rutin guna memastikan tidak adanya gembok yang rusak atau sudah tidak layak pakai dan menghindari upaya duplikasi kunci gembok oleh Narapidana.
 
Adapun gembok yang diperiksa antara lain berada di blok hunian, kunci dan gembok petugas pintu utama, jelasnya. 
 
“Kami secara rutin dan insidental melakukan pengecekan kondisi gembok dan kunci kamar sekaligus melakukan rolling untuk mencegah penduplikasian kunci yang bisa berakibat pelarian WBP.” ujar Syarpani.
 
Syarpani menambahkan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI serta perintah langsung Kepala Divisi Pemasyarakatan, Farid Junaedi kepada Lapas/ Rutan di Lampung sebagai upaya deteksi dini.
 
“Gangguan keamanan dan ketertiban merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di lapas/rutan. Hal ini tentunya menjadi perhatian, khususnya di Lapas Way Kanan. Dirjen PAS dan Kadiv PAS Lampung selalu mengingatkan deteksi dini setiap waktu”, tegasnya.
 
 
Sementara itu, Ferdi Anggriawan selaku Kepala Kesatuan Pengamanan mengatakan, langkah pengamanan rolling kunci ini terbukti cukup efektif mencegah pelarian WBP, merupakan langkah strategis dan cukup membantu menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif, aman, dan terkendali. 
 
Kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kelayakan tralis disetiap Kamar hunian Warga Binaan dan disekitar Blok Hunian. (Romy) 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.