Call Center Pringsewu Terima Banyak Pengaduan

186

PRINGSEWU, FAKTUAL – Sejak Pemerintah Kabupaten Pringsewu melakukan launching sebulan lalu tentang keberadaan Call Center di bawah naungan Dinas Sosial Pringsewu dengan nomor kontakA� 0852 1616 6161 sudah banyak mendapatkan laporan dari warga.

Baik laporan mengenai keberadaan dan penemuan orang kesasar, laporan orang mempunyai kelainan kejiwaan yang sering mengamuk, penemuan anak yang dipasung serta adanya laporan tentang permohonan bantuan bagi penyandang disabilitas dan bantuan sosial akibat bencana lainnya.

Kepala Dinas Sosial Pringsewu Arif Nugroho menuturkan, artinya Call Center dari dinasnya cukup bermanfaat sekali, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan informasi tentang kesosialan. “Jadi masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor Dinas Sosial, bisa kontak nomor Call Center itu. Kami buka 24 jam setiap harinya,”jelasnya.

Kemudian jika benar-benar ada laporan, pihak Disos langsung cross cek ke lapangan guna mengetahui keadaan yang sebenarnya dari pihak pelapor.”Kami pasti langsung menurunkan tim sesuai dengan tupoksinyaA� ke lapangan guna memastikan sekaligus melakukan penanganan permasalah yang dilaporkan,”kata Arif Nugroho.

Hal itu dibenarkan Sekretaris Disos Pringsewu Sutikno, pihaknya pada Senin (15/1) menerim laporan melalui Call Center dari warga Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo atas nama Parwis yang mengaku anak perempuannya yang bernama Sel (inisial), 14 tahun, siswi kelas 7 di SMPN Gadingrejo, tidak pulang dua hari, sejak Sabtu 13 Januari 2017.

Kemudian pihak Dinas Sosial segera memastikan kebenaran informasi tersebut dengan mendatangi alamat pelapor. Diperoleh informasi dari Parwis yang sudah bercerai dengan istrinya itu, bahwa Sel pamit untuk menghadiri acara ulang tahun temannya.

Saat itu Sel dijemput teman lelakinya berinisial NA� yang beralamat di Kecamatan Pardasuka. “Hanya berbekal informasi itu, maka kami segera menyebarkan luaskan informasi tersebut melalui jejaring media sosial, grup SLRT dan PSM untuk mencari informasi tentang keberadaan Sel. Bahkankomunikasi intensif terus dilakukan melalui berbagai media dan komunitas juga ke pihak sekolah. Pencarian dan komunikasi via grup,” ujarnya.

Kemudian diperoleh linformasi Sel pergi bersama SR perempuan yang juga seusianya,l warga Rawakijing, Sindang Garut Kabupaten Pesawaran. Dan orang tua SR ternyata juga sedang mencari keberadaan anaknya (SR), bahkan sudah melaporkannya ke pihak kepolisian.

Selanjutnya Selasa (16/1) menjelang subuh diperoleh informasi keberadaan Sel dan SR. Mereka terlihat warga di Pekon Sumberagung, Kecamatan Ambarawa sedang tertidur di emperan. Karena tak tega melihat keadaan yang seperti itu akhirnya anak-anak tersebut dibawa ke rumah warga Sumberagung, Kristanto, untuk diberi makan.

Saat itu juga Petugas SLRT/Puskesos bersama PSM Ambarawa Timur langsung meluncur ke Sumberagung untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut.

Sekretaris Disos Sutikno menuturkan,A� setelah bisa dipastikan, kemudian petugas menghubungi orang tua kedua anak tersebut. Menurut Sel, dia berpamitan untuk menghadiri ulang tahun temannya, tetapi hal itu hanya untuk mengelabui orang tuanya. Bersama SR mereka mengikuti N kemanapun pergi dengan gaya anak punk, yaitu menggelandang dan berpindah-pindah.

Setelah orang tua Sel, (Parwis) dan orang tua SR, (Slamet) datang, dengan dibantu pihak kepolisian akhirnya N dan teman-temanya ditemukan. N mengakui perbuatannya dan dihadapan orang tua Sel maupun SR serta pihak kepolisian, N bersama rombongannya meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Namum permasalahan lain timbul, sejak ditemukanA� warga, di emperan, Sel selalu mengeluh sakit di bagian perut. Untuk memastikan kondisi kesehatan kedua anak tersebut, petugas Puskesos dan PSM membawa Sel dan SR ke Puskesmas dan diperiksa tenaga medis.

Hasil pemeriksaan ternyata sakit perut Sel disebabkan asam lambung yang meningkat. Sebab menurut pengakuan SR, selama kabur dari rumah tidak pernah mau makan.

Setelah mendapatkan perawatan dan pengobatan Sel dan SR dibawa pulang orang tuanya. Parwis dan Slamet tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih kepada petugas Puskesos, PSM dan pihak kepolisian serta masyarakat yang sudah membantu menemukan anaknya.

Sutikno, sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu menyampaikan peran dan perhatian keluarga sangat diperlukan dalam mengawasi perkembangan dan lingkungan pergaulan anak.

“Memang pengawasan ekstra sangat diperlukan apalagi sekarang ini keterbukaan informasi dan teknologi sudah tidak bisa dibendung lagi dan rentan untuk disalahgunakan,” ujarnya.

SutiknoA� juga menyampaikan apreaiasiA� kepada petugas SLRT, Puskesos dan PSM. a�?Terimakasih kepada Tim SLRT dan sahabat-sahabat media sosial. a�?Jari kemari Anda telah ikut membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Teruskan perjuangam dan pengabdian kita yang tanpa pamrih ini untuk kesejahteraan masyarakat, karena kelak semua akan mendapatkan imbalan dari Allah SWT,” katanya .(PRI)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.